SEMINAR REMAJA ISLAM : CINTAKU INDAH DENGAN ISLAM

SEMINAR REAMAJA ISALM TEMA  : CINTAKU INDAH DENGAN ISLAM BERSAMA USTADZ BURHAN SHADIQ S.S (PEMERHATI REMAJA) DI AULA SMAN 2 SURAKARTA MINGGU, 19 JANUARI 2012 08.00 AM note : bagi alumnirohissmada bisa More »

Pertemuan AlumniRohisSmada

Ahad 30 Januari 2011 Alhamdulillahirobbil ‘alamin acara Pertemuan alumni rohis smada untuk bulan februari telah terlaksana dengan lancar, acara dilaksanakan masih pada bulan januari, karena ada beberapa alumni yang kuliah di luar More »

Buka Bersama Aktivis dan Alumni Rohis Smada Ska

Alhamdulillah acara buka bersama-mabit aktivis dan alumni ROHIS SMA N 2 Ska kemarin diadakan di Masjid Nurul Ilmi SMA N 2 Surakarta. Acara diawali dengan ta’aruf dan dilanjutkan dengan Maghriban dan buka More »

Pertemuan Rutin Alumni Rohis SMA 2 Ska Bulan Agustus

Ahad, 1 Agustus 2010. Pertemuan rutin kedua alumni Rohis SMADASKA diselenggarakan di Masjid Nurul Huda UNS Kenthingan. Pertemuan diawali pembukaan dan tausiah dari akhuna Ihsan (lulusan 2010). Kemudian dilanjutkan pembahasan singkat tentang More »

Sekarang Aku lebih Fleksibel

Bismillah Kabar gembira, kini Alumnirohissmada lebih fleksibel dalam hal registrasi. Jadi Antum bisa menjadi Author(penulis) dalam blog ini dengan cara 1. klik Daftar 2. isi username dan email antum 3. antum akan More »

SEMINAR REMAJA ISLAM : CINTAKU INDAH DENGAN ISLAM

hanya gambaran umum, bukan pamflet sebenarnya

SEMINAR REAMAJA ISALM

TEMA  : CINTAKU INDAH DENGAN ISLAM

BERSAMA USTADZ BURHAN SHADIQ S.S
(PEMERHATI REMAJA)

DI AULA SMAN 2 SURAKARTA
MINGGU, 19 JANUARI 2012
08.00 AM

note : bagi alumnirohissmada bisa  mendonasikan bantuan dana untuk seminar tersebut dengan
transfer ke rekening 134 700 6318 a.n. MUH TAUFIQ A QQ ROHIS SMA Bank Syariah Madiri

Kisah Nyata: Akhir hayat penggemar musik dan pencinta Al-Qur’an

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”

Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.

Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.

Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.

Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Maksiat Menggelapkan Hati

Setiap hari tidak bosan-bosannya kita melakukan maksiat. Aurat terus diumbar, tanpa pernah sadar untuk mengenakan jilbab dan menutup aurat yang sempurna. Shalat 5 waktu yang sudah diketahui wajibnya seringkali ditinggalkan tanpa pernah ada rasa bersalah. Padahal meninggalkannya termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa zina. Saudara muslim jadi incaran untuk dijadikan bahan gunjingan (alias “ghibah”). Padahal sebagaimana daging saudaranya haram dimakan, begitu pula dengan kehormatannya, haram untuk dijelek-jelekkan di saat ia tidak mengetahuinya. Gambar porno jadi bahan tontonan setiap kali browsing di dunia maya. Tidak hanya itu, yang lebih parah, kita selalu jadi budak dunia, sehingga ramalan primbon tidak bisa dilepas, ngalap berkah di kubur-kubur wali atau habib jadi rutinitas, dan jimat pun sebagai penglaris dan pemikat untuk mudah dapatkan dunia. Hati ini pun tak pernah kunjung sadar. Tidak bosan-bosannya maksiat terus diterjang, detik demi detik, di saat pergantian malam dan siang. Padahal pengaruh maksiat pada hati sungguh amat luar biasa. Bahkan bisa memadamkan cahaya hati. Inilah yang patut direnungkan saat ini.

Ayat yang patut jadi renungan di malam ini adalah firman Allah Ta’ala,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14)

Switch to our mobile site